Jurnalisme Warga umumnya melambangkan keyakinan bahwa pengalaman orang-orang yang terlibat secara pribadi dengan suatu masalah menyajikan gambaran peristiwa yang berbeda dan seringkali lebih lengkap daripada yang dapat diturunkan dari perspektif orang luar.

Karena keterbatasan akses dan waktu dan dalam beberapa kasus motif tersembunyi untuk menyajikan hanya satu sisi dari sebuah cerita pelaporan tradisional berisiko setidaknya persepsi miring. Dengan memberikan akses kepada siapa pun untuk meliput berita, jurnalisme warga menyajikan pandangan peristiwa yang lebih pribadi dan bernuansa, serta berpotensi menumbuhkan komunitas orang-orang yang memiliki kepentingan bersama. Melalui blog dan jalan lain, warga telah memecahkan cerita tentang korupsi politik, kebrutalan polisi, dan isu-isu lain yang menjadi perhatian masyarakat lokal dan nasional.

Pentingnya belajar

Ini akan berkontribusi pada literatur yang tersedia dan mengungkapkan implikasi jurnalisme warga pada jurnalisme arus utama, serta membentuk sinergi antara jurnalisme arus utama dan jurnalisme warga.  Oleh karena itu, ini adalah upaya mulia untuk berkontribusi pada perdebatan ilmiah tentang cara-cara ke depan untuk keberhasilan profesi dan praktik jurnalisme

Dengan demikian, literatur penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap kumpulan teoritis dan empiris di bidang pengetahuan ini. Mereka sama-sama akan berfungsi sebagai titik referensi bagi peneliti yang ingin memulai studi serupa.

Secara teoritis, penelitian ini akan berfungsi sebagai platform untuk menguji klaim dan asumsi teori yang digunakan sekaligus memberikan kesempatan bagi peneliti untuk mengembangkan konstruksi teori yang sesuai.

Dampak dari kajian ini akan terasa positif di berbagai bidang, seperti semua sektor jurnalistik, pemerintah, swasta, LSM, akademisi dan lain-lain.

Secara akademis, karya penelitian ini akan memajukan pengetahuan. Civitas akademika akan menggunakan karya ini sebagai acuan dan dalam pelaksanaan studi serupa.

Media Sosial Sebagai Saluran Komunikasi Publik

Saat ini, telah terjadi peningkatan ketersediaan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Lazimnya layanan internet serta penggunaan ponsel atau ponsel pintar berteknologi tinggi. Perangkat ini kemudian mempromosikan penggunaan media sosial di negara ini.

Jadi, dengan kehadiran internet yang merupakan penggerak utama mesin media sosial, penggunaan media sosial tidak diragukan lagi telah ditingkatkan. Studi empiris yang dilakukan Idakwo pada tahun 2011 antara lain mendukung fakta bahwa penggunaan media sosial sebagai sarana komunikasi telah diadopsi.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *